Kenapa Tidak Engkau Biarkan Saja Dia Tenggelam?

Siapa tidak kenal Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi. Seorang Amir/Penguasa yang kejam, yang tangannya tidak pernah kering dari darah manusia. Kekejamannya ditakuti banyak manusia, terutama kaum muslimin. Tidak sedikit kaum yang mencoba melawan dan memberontak di masa kekuasaannya. Tak aneh jika banyak kalangan mengatakan bahwa dia adalah salah seorang manusia kejam dari Tsaqif yang disabdakan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Berikut sebuah kisah yang cukup menarik, menurut saya, yang pernah saya baca di buku: “Sosok Manusia Kejam yang Disabdakan Rasulullah” karya Muhammad Abdurahman Awwadh. Berikut kisahnya:

“Pada suatu hari yang sangat panas, Hajjaj bin Yusuf ingin mendinginkan badannya. Maka dia berjalan menuju sungai Dajlah yang dekat dengan istananya. Ketika dia menceburkan dirinya, dia iangsung terbawa oleh arus, padahal dia tidak bisa berenang. Ketika dirinya sudah hampir tenggelam, dia berteriak-teriak minta tolong, “Tolong, toiong.”
Seketika orang-orang datang, tapi ketika mereka tahu siapa yang tenggelam, tidak ada satu pun yang mau menolongnya. Mereka berkata, “Biarkan saja dia tenggelam agar kita berhenti merasakan kekejamannya.”
Mereka semua menghendaki agar Hajjaj mati, karena selama ini mereka tidak sanggup (merasa ngeri) walaupun sekadar mendengar namanya. Mereka selama ini berkata, “Seandainya Fir’aun mempunyai saudara laki-laki. mungkin dia adalah Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi.”

Hajjaj merupakan seorang hakim yang zhalim yang tidak ada bentuk kemaksiatan kepada Allah kecuali sudah dia lakukan. Seandainya hanya tinggal satu maksiat yang belum dia lakukan, sementara antara dirinya dengan kemaksiatan itu terdapat pintu yang tertutup, niscaya dia akan mendobrak pintu tersebut lalu melakukan kemaksiatan itu. Pcnduduk Irak selama ini berharap dirinya mati.

Ada seorang laki-laki yang ingin menolong Hajjaj, tetapi orang-orang segera memegangi dan memukulinya. Orang itu pun tidak kehabisan akal, dia menunggu saat mereka lengah, lalu dia melompat ke air dan menarik Hajjaj ke pinggir sungai Dajlah.
Orang-orang kemudian bertanya kepadanya, “Kenapa engkau lakukan hal itu wahai musuh Allah? Kenapa tidak engkau biarkan saja dia tenggelam?”
Orang itu menjawab, “Seandainya kita biarkan dia mati tenggelam, niscaya dia akan masuk surga. Bukankah Rasulullah SAW telah mengabarkan kepada kita bahwa orang yang mati tenggelam masuk dalam mati syahid?*

Di awal saya membaca kisah ini, saya pikir masih ada manusia (Irak) yang mencintai Hajjaj sehingga mau bersusah payah (bahkan dipukuli orang-orang) untuk menyelamatkan Al Mubir ini. Tapi setelah saya baca hingga akhir kisah, malah terpikir siapa sebenarnya yang lebih membenci Hajjaj ini, orang yang menolongnya atau kah orang yang mencegahnya untuk menolongnya dari tenggelam??

Semoga bermanfaat.🙂

*Rasulullah bersabda: “Para Syuhada itu ada lima orang: orang mati karena wabah kolera, karena sakit perut, tenggelam, tertimpa reruntuhan bangunan, dan syahid berperang di jalan Allah”.  (HR Imam Bukhari, Muslim, At Tirmidzi dan Ahmad)

3 Responses to Kenapa Tidak Engkau Biarkan Saja Dia Tenggelam?

  1. kejam sekali cerita di atas

  2. mr. riyus says:

    yah pembelajaran yang indah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: