Para Shahabat Radliyallaahu ‘Anhum Ahlul Badr (bag. 2)

February 13, 2011

Setelah kita tahu nama2 para sahabat ahlul badr dari kalangan Muhajirin yang berjumlah sekitar 83 orang, pada bagian ini kita akan menyebutkan nama-nama para shahabat dari kaum Anshar yang ikut serta dalam perang Badr.

B. Kaum Anshar dari Kabilah Khazraj

B1. Bani Abdul Asyhal bin Jusyam
1. Sa’ad bin Muadz bin An-Nu man bin Umru ul Qais bin Zaid bin Abdul Asyhal.
2. Amr bin Muadz bin An-Nu’man bin Umru ul Qais bin Zaid bin Abdul Asyhal,
3. Al-Harits bin Aus bin Muadz bin An-Nu’man.
4. Al-Harits bin Anas bin Raft’ bin Umru ul Qais. Read the rest of this entry »


Download Kajian Syaikh Ali bin Yahya Al Hadadi (02/08/2009) – Masjid Al I’tishom, Jakarta

August 3, 2009

Alhamdulillah, Kajian Syaikh Ali bin Yahya Al Hadadi (penerjemah: Ustadz Ali Basuki) di Masjid Al I’tishom– Jl. Jend. Sudirman, Jakarta pada hari Ahad, 2 Agustus 2009 (11 Sya’ban 1430 H) berjalan dengan lancar. Walaupun terjadi keterlambatan jam acara yang seharusnya pukul 09.00 mundur menjadi pukul 10.25 (kurang lebih). Keterlamabatan tersebut tidak menyurutkan para thoabul ‘Ilmi tuk mendengarkan kajian dan nasehat Ulama Ahlus Sunnah dari negeri Saudi Arabia tersebut. Read the rest of this entry »


Sikap & Kewajiban Ummat Islam atas Tragedi Palestina

February 4, 2009

(sumber: http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1386)
Penulis: Syaikh Muhammad bin ‘Umar Bazmul hafizhahullah

Berikut penjelasan yang disampaikan oleh Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin ‘Umar Bazmul hafizhahullah ketika beliau menjawab pertanyaan tentang apa sikap dan kewajiban kita terkait dengan peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita di Ghaza – Palestina. Penjelasan ini beliau sampaikan pada hari Senin 9 Muharram 1430 H dalam salah satu pelajaran yang beliau sampaikan, yaitu pelajaran syarh kitab Fadhlul Islam. Semoga bermanfaat. ***********

Kewajiban terkait dengan peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita kaum muslimin di Jalur Ghaza Palestina baru-baru ini adalah sebagai berikut :

Pertama :
Merasakan besarnya nilai kehormatan darah (jiwa) seorang muslim. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ibnu Majah (no. 3932) dari shahabat ‘Abdullah bin ‘Umar berkata : Saya melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sedang berthawaf di Ka’bah seraya beliau berkata (kepada Ka’bah) :

مَا أَطْيَبَكِ وَأَطْيَبَ رِيحَكِ مَا أَعْظَمَكِ وَأَعْظَمَ حُرْمَتَكِ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَحُرْمَةُ الْمُؤْمِنِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ حُرْمَةً مِنْكِ مَالِهِ وَدَمِهِ

“Betapa bagusnya engkau (wahai Ka’bah), betapa wangi aromamu, betapa besar nilaimu dan besar kehormatanmu. Namun, demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh kehormatan seorang mukmin jauh lebih besar di sisi Allah dibanding engkau, baik kehormatan harta maupun darah (jiwa)nya.” [1])

Dalam riwayat At-Tirmidzi (no. 2032) dengan lafazh : Read the rest of this entry »


NASEHAT AL-ALLAMAH RABI’ AL-MADKHALI KEPADA ANAK-ANAK BELIAU SALAFIYYIN DI INDONESIA

August 13, 2008

NASEHAT AL-ALLAMAH RABI’ AL-MADKHALI KEPADA ANAK-ANAK BELIAU SALAFIYYIN DI INDONESIA
(sumber: http://darussalaf. org/stories. php?id=1249)
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه:

Amma ba’du:

Sesungguhnya aku menasehati diriku dan saudara-saudaraku Salafiyyin dimana saja, dan kepada seluruh kaum muslimin untuk bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan ikhlas dalam ucapan dan amalan,dalam perkara al-wala’ wal bara’,dan pada setiap perkara agama dan dunia.
Aku menasehati mereka agar berpegang teguh dengan tali Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam aqidah mereka, manhaj, akhlaq, dan seluruh urusan dalam kehidupan. Read the rest of this entry »


Gerakan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan Pertarungannya dengan Pemerintahan Utsmani

June 10, 2008

(Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah cet. 2, Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi – Samson Rahman, MA – . Pustaka Al Kautsar. 2004)[1]
ad-Daulah al-Utsmaniyah awamilin Nuhudl wa Asbaabis Suquuth karya DR. Ali Muhammad ash-Sholabi. (terj, Bangkit dan Runtuhnya Daulah Khilafah Utsmaniyah)

Prolog

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid At Tamimi, lahir pada tahun 1115 H./ 1703 M. di sebuah tempat yang bernama Uyainah yang berada di sebelah Utara Riyadh. Jarak antara Riyadh dan Uyainah sekitar 70 kilo meter jika ditempuh dari sebelah barat.[2]

Dia sangat mencintai ilmu pengetahuan sejak masa kecilnya. Selama masa kanak-kanaknya, telah tampak beberapa hal yang sangat istimewa dari dirinya. Dia hafal Al-Quran, belajar fikih Hanbali, tafsir dan hadits. Dia banyak mempelajari dan mengagumi buku-buku yang ditulis Ibnu Taimiyah dalam bidang fikih, akidah dan logika. Selain itu juga, is pun sangat terpengaruh dengan buku-buku Ibnu Qayyim, Ibnu `Urwah Al-­Hanbali dan yang lainnya. Maka jadilah dia seorang yang menganut paham salafi.[3] Read the rest of this entry »