Belajar Bahasa Arab – Qiroah 3 – Masa Muda

Setelah memahami qiroah yang ke dua (baik dari segi sima’i/pendengaran maupun qiroah/pembacaan), mari kita lanjutkan ke qiroah ke-3. Masih dari sumber yang sama (Al Arabiyyatu Bayna Yadaik) yang teks dan audio cara membacanya bisa diperoleh disini .

Dengarkan audionya beberapa kali dengan melihat teks, tandai kosa kata yang sulit (dan lihatlah kata-kata yang sulit dari terjemahan di blog ini), kemudian dengarkan tanpa melihat teks beberapa kali kemudian baca tanpa mendengarkan audionya.

Berikut teks arabnya:
مرحلة الشباب

مرحلة الشباب أهم مرحلة في حياة الإنسان، وأغلى ثروة عند الأمة. ومرحلة الشباب هي مرحلة العطاء والعمل. والإنسان الذي لا يعطي في شبابه، قلما يعطي في بقية عمره. وكان كثير من أصحاب الرسول – صلى الله عليه وسلم – من الشباب، وقد ولاهم مسؤوليات كبيرة؛ حيث ولى كثيرا منهم قيادة الجيش، وفيه شيوخ المهاجرين والأنصار؛ فقد ولى زيد بن حارثة، وجعفر بن أبي طالب، وعبد الله بن أبي رواحة، قيادة الجيش في غزوة مؤتة، كما ولى أسامة بن زيد قيادة الجيش الإسلامي، لغزو الروم، وعمره ثماني عشرة سنة، وأرسل معاذ بن جبل قاضيا إلى اليمن، وهو في مرحلة الشباب.

تحتاج الأمة إلى الشاب القوي الجاد، الذي يعطي أكثر مما يأخذ، ولا تحتاج إلى الشاب الكسلان، الذي يهتم بطعامه ومظهره فقط، ولا يحب العمل والعطاء. وكما تحتاج الأمة إلى قوة الشباب، تحتاج إلى خبرة الشيوخ، حتى تتقدم البلاد. وتخطئ الأمة إذا اعتمدت على قوة الشباب وحدهم، وأهملت خبرات الشيوخ. وهذا يعني أن تكون هناك علاقة طيبة بين جميع أفراد المجتمع، كبارا وصغارا، رجالا ونساء، حتى تصل الأمة إلى ما تريد.

File audionya bis didownload disini

Terjemahanya sebagai berikut:

Masa muda merupakan masa yang penting dalam kehidupan manusia, dan merupakan hal yang paling bernilai ditengah ummat. Masa  muda adalah masa  berpartisipasi dan bekerja. Seseorang yang tidak berbuat di masa mudanya, maka sedikit berbuat seumur hidupnya. Dahulu banyak dari shahabat Rasul Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang masih muda. Dan telah memikul tanggung jawab yang besar, hingga memimpin pasukan yang besar, yang terdapat para sesepuh Muhajirin dan Anshar, dialah Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah, yang memimpin pasukan di Perang Mu’tah, sebagaimana Usamah bin Zaid memimpin tentara Islam, pada perang Romawi, sedangkan umurnya (saat itu) 18 tahun, dan Muadz diutus sebagai Hakim ke Yaman di masa mudanya.

Umat ini membutuhkan pemuda yang kuat dan tegas, yang lebih banyak memberi dari meminta. Umat ini tidak membutuhkan pemuda yang malas, yang mementingkan selera (makan) dan penampilan semata, dan tidak suka bekerja dan berkhidmat. Sebagaimana butuhnya umat ini pada pemuda yang kuat, umat juga butuh pada pengalaman para sesepuh, dalam memimpin negeri. Salah jika umat ini hanya mengandalkan kekuatan pemuda semata, dan mengabaikan pengalaman para sesepuh, dan inilah yang merupakan kerjasama yang baik diantara seluruh anggota masyarakat, besar dan kecil, laki-laki maupun wanita, hingga umat ini mencapai apa yang diinginkannya.

One Response to Belajar Bahasa Arab – Qiroah 3 – Masa Muda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: