Al-Muhtadi Billah

February 13, 2011

Al-Muhtadi Billah adalah seorang khalifah yang shaleh. Dia bernama Muhammad dan dipanggil Abu Ishaq. Ada pula yang menyebutnya Abu Abdullah bin al-Watsiq bin al-Mu’tashim bin ar-Rasyid. Ibunya adalah seorang mantan budak yang bernama Wardah.

Dia dilahirkan pada pemerintahan kakeknya (al-Mu’tashim) pada tahun 210 lebih. Dia dilantik sebagai khalifah pada akhir bulan Rajab tahun 255 H. Beliau adalah khalifah ke-14 dari bani Abbasiyah, berdasarkan kitab Tarikh Khulafa Imam As Suyuthi.

Awalnya tidak ada yang menerima pembaiatannya sehingga akhirnya al-Mu’taz didatangkan dan dia dengan sukarela menyatakan penyerahan kekhilafahan kepadanya. Pada saat penyerahan kekuasaan ini, al-Muhtadi duduk di antara al-Mu’taz.

Kemudian didatangkanlah para saksi yang memberatkan al-Mu’taz dan bahwa dia adalah seorang khalifah yang tidak mampu untuk mengendalikan roda khilafah. Al-Mu’taz mengakui apa yang dikatakan oleh para saksi itu dan dia mengulurkan tangannya menyatakan pembaiatannya kepada al-Muhtadi. Akhirnya al-Muhtadi menguasai pertemuan itu dan dia resmi menjadi khalifah. Read the rest of this entry »

Advertisements

Gerakan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan Pertarungannya dengan Pemerintahan Utsmani

June 10, 2008

(Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah cet. 2, Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi – Samson Rahman, MA – . Pustaka Al Kautsar. 2004)[1]
ad-Daulah al-Utsmaniyah awamilin Nuhudl wa Asbaabis Suquuth karya DR. Ali Muhammad ash-Sholabi. (terj, Bangkit dan Runtuhnya Daulah Khilafah Utsmaniyah)

Prolog

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid At Tamimi, lahir pada tahun 1115 H./ 1703 M. di sebuah tempat yang bernama Uyainah yang berada di sebelah Utara Riyadh. Jarak antara Riyadh dan Uyainah sekitar 70 kilo meter jika ditempuh dari sebelah barat.[2]

Dia sangat mencintai ilmu pengetahuan sejak masa kecilnya. Selama masa kanak-kanaknya, telah tampak beberapa hal yang sangat istimewa dari dirinya. Dia hafal Al-Quran, belajar fikih Hanbali, tafsir dan hadits. Dia banyak mempelajari dan mengagumi buku-buku yang ditulis Ibnu Taimiyah dalam bidang fikih, akidah dan logika. Selain itu juga, is pun sangat terpengaruh dengan buku-buku Ibnu Qayyim, Ibnu `Urwah Al-­Hanbali dan yang lainnya. Maka jadilah dia seorang yang menganut paham salafi.[3] Read the rest of this entry »