Para Shahabat Radliyallaahu ‘Anhum Ahlul Badr (bag. 2)

February 13, 2011

Setelah kita tahu nama2 para sahabat ahlul badr dari kalangan Muhajirin yang berjumlah sekitar 83 orang, pada bagian ini kita akan menyebutkan nama-nama para shahabat dari kaum Anshar yang ikut serta dalam perang Badr.

B. Kaum Anshar dari Kabilah Khazraj

B1. Bani Abdul Asyhal bin Jusyam
1. Sa’ad bin Muadz bin An-Nu man bin Umru ul Qais bin Zaid bin Abdul Asyhal.
2. Amr bin Muadz bin An-Nu’man bin Umru ul Qais bin Zaid bin Abdul Asyhal,
3. Al-Harits bin Aus bin Muadz bin An-Nu’man.
4. Al-Harits bin Anas bin Raft’ bin Umru ul Qais. Read the rest of this entry »


Al-Muhtadi Billah

February 13, 2011

Al-Muhtadi Billah adalah seorang khalifah yang shaleh. Dia bernama Muhammad dan dipanggil Abu Ishaq. Ada pula yang menyebutnya Abu Abdullah bin al-Watsiq bin al-Mu’tashim bin ar-Rasyid. Ibunya adalah seorang mantan budak yang bernama Wardah.

Dia dilahirkan pada pemerintahan kakeknya (al-Mu’tashim) pada tahun 210 lebih. Dia dilantik sebagai khalifah pada akhir bulan Rajab tahun 255 H. Beliau adalah khalifah ke-14 dari bani Abbasiyah, berdasarkan kitab Tarikh Khulafa Imam As Suyuthi.

Awalnya tidak ada yang menerima pembaiatannya sehingga akhirnya al-Mu’taz didatangkan dan dia dengan sukarela menyatakan penyerahan kekhilafahan kepadanya. Pada saat penyerahan kekuasaan ini, al-Muhtadi duduk di antara al-Mu’taz.

Kemudian didatangkanlah para saksi yang memberatkan al-Mu’taz dan bahwa dia adalah seorang khalifah yang tidak mampu untuk mengendalikan roda khilafah. Al-Mu’taz mengakui apa yang dikatakan oleh para saksi itu dan dia mengulurkan tangannya menyatakan pembaiatannya kepada al-Muhtadi. Akhirnya al-Muhtadi menguasai pertemuan itu dan dia resmi menjadi khalifah. Read the rest of this entry »


Islamnya Al-Harits bin Hisyam

February 12, 2010

Dia tetap memerangi kaum muslimin hingga Fathu Makkah. Ketika tahu bahwa dia termasuk orang pertama yang dicari (untuk dibunuh), maka dia meminta jaminan keamanan kepada Ummu Hani’ bintu Abi Thalib, lalu Ummu Hani’ melindunginya. Tapi saudaranya (‘Ali, Ja’far, atau ‘Aqil) ingin membunuhnya. Ummu Hani’ segera mengadukan hal ini kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil berkata: “Si Fulan –saudaranya– menganggap aku tidak berhak memberi jaminan.” Kata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Kami melindungi orang yang engkau lindungi, wahai Ummu Hani’.” Read the rest of this entry »


Islamnya ‘Ikrimah bin Abi Jahl

January 19, 2010

sumber: http://www.asysyariah.com

Setelah pasukan kecilnya dihancurkan oleh pasukan Khalid bin Al-Walid radhiyallahu ‘anhu, ketakutan menyelinap di hati ‘Ikrimah. Dia tahu, dia dan ayahnya adalah orang yang paling sengit memusuhi Islam dan muslimin. ‘Ikrimah tahu apa yang diterimanya jika dia tetap di Makkah. Akhirnya, dia melarikan diri hingga sampai di tepi laut.  Ketika sudah berada di atas kapal, mereka diterjang badai. Maka mulailah penumpang berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mentauhidkannya, dan berkata: “Sesungguhnya tempat ini tidak ada yang berguna kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Kata ‘Ikrimah: “Apa yang harus kuucapkan?” Read the rest of this entry »


Thufail bin ‘Amr Ad-Dausi Radliallaahu ‘Anhu

October 22, 2009

(Sumber: Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, JILID 1)

Thufail bin Amr berkata bahwa ketika ia tiba di Makkah, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam masih berada di dalamnya, Thufail bin Amr adalah orang terhormat, penyair dan orang jenius. Orang-orang Quraisy berkata kepada Thufail bin Amr, “Hai Thufail, engkau telah tiba di negeri kami dan orang ini (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) yang ada di tengah-tengah kita telah membuat repot. Sungguh, ia telah memecal belah persatuan dan mengacaukan urusan kita. Ucapannya seperti sihir yang memisahkan seseorang dengan ayahnya, memisahkan seseorang dengan saudaranya dan memisahkan seseorang dengan istrinya. Sungguh kita khawatir kalau apa yang telah terjadi pada kami itu akan terjadi padamu dan pada kaummu. Oleh karena itu, engkau jangan bicara dengannya dan jangan mendengar sesuatu pun darinya!”

Thufail bin Amr berkata, “Demi Allah, Read the rest of this entry »