Kisah Seorang Pemuda dan Istrinya, Su’ad [1]

October 16, 2011

Berikut adalah kisah yang dimuat dalam kitab Ringkasan Bidayah wa  Nihayah Ibnu Katsir[2]. Terjadi pada tahun 58H atau sekitar 591M.[3]

Ketika Mu’awiyah (bin Abi Sufyan-red) sedang berada di Simath, tiba-tiba seorang pemuda dari bani Adzrah muncul di hadapannya. Ia mendendangkan sebuah syair yang berisi ungkapan rasa rindunya kepada istrinya, Su’ad.

Mu’awiyah lalu memintanya mendekat kepadanya dan memintanya agar menceritakan apa yang dia alami.
Ia berkata, “Wahai Amirul Mukminin, aku telah menikah dengan anak perempuan Pamanku. Aku memiliki seekor unta jantan dan kambing yang aku infakkan kepadanya. Ketika hartaku tinggal sedikit, ternyata ayahnya tidak suka lagi kepadaku dan mengadukan diriku kepada petugas di bawah perintahmu yang berkedudukan di Kufah, Ibnu Ummi Al Hakam. Sampailah kepadanya berita tentang kecantikannya, Read the rest of this entry »


Masa Muda…

June 7, 2010

Masa muda memang sangat singkat rasanya. Terlebih jika ia sudah terlewat begitu saja, hanya kenangan yang tersisa. Dan harapan pun kian mengerucut, beralih kepada keturunannya (bersyukurlah yang sudah dikaruniai keturunan). Walau begitu jelas, tidak sama rasanya mengemban sendiri dengan berharap pada keturunan sendiri, darah daging sendiri. Ya, tentu tidak sama. Tapi kita masih berharap dan bangga jika harapan itu terwujud oleh keturunan kita.Walau bukan kita sendiri yang mewujudkannya. Setidaknya kenangan dan kebanggaan itu tetap ada 🙂

Menyadari bahwa diri ini sudah semakin tua, masa-masa remaja menuju dewasa telah terlewati. Banyak hal telah dilalui dan harapan-harapan akan kehidupan berubah menjadi nyata, Read the rest of this entry »