Belajar Bahasa Arab – Qiroah 3 – Masa Muda

September 24, 2012

Setelah memahami qiroah yang ke dua (baik dari segi sima’i/pendengaran maupun qiroah/pembacaan), mari kita lanjutkan ke qiroah ke-3. Masih dari sumber yang sama (Al Arabiyyatu Bayna Yadaik) yang teks dan audio cara membacanya bisa diperoleh disini .

Dengarkan audionya beberapa kali dengan melihat teks, tandai kosa kata yang sulit (dan lihatlah kata-kata yang sulit dari terjemahan di blog ini), kemudian dengarkan tanpa melihat teks beberapa kali kemudian baca tanpa mendengarkan audionya.

Berikut teks arabnya:
مرحلة الشباب

مرحلة الشباب أهم مرحلة في حياة الإنسان، وأغلى ثروة عند الأمة. ومرحلة الشباب هي مرحلة العطاء والعمل. والإنسان الذي لا يعطي في شبابه، قلما يعطي في بقية عمره. وكان كثير من أصحاب الرسول – صلى الله عليه وسلم – Read the rest of this entry »


Belajar Bahasa Arab – Qiroah 1 – Bahasa Arab Fushohah & Jejaknya

July 7, 2012

Alqiroah ini diambil dari kitab bahasa Arab ‘Al Arabiyyatu Bayna Yadaik’ dan ditulis ulang khusus untuk Qiroahnya saja (tulisan arab gundul dan audio cara membacanya) di http://www.freewebs.com/arabindo/q001.htm.  Melalui blog ini saya mencoba untuk menerjemahkannya sambil belajar juga. Koreksi dari pembaca sekalian kami tunggu untuk memperbaiki penerjemahan agar lebih tepat. Semoga bermanfaat.

العربية الفصيحة وأثرها

نشأت اللغة العربية في جزيرة العرب قبل الإسلام، وكان العرب قبائل متفرقة، وكانت لبعض القبائل لهجات خاصة بها. وكانت الاختلافات قليلة بين تلك اللهجات. وكانت للعرب لغة مشتركة، هي اللغة العربية الفصيحة، لغة الشعر والخطابة، التي كان العرب يتحدثون بها. ثم جاء الإسلام، وأنزل الله القرآن الكريم، باللغة العربية الفصيحة. قال الله تعالى: (إنا أنزلناه قرآنًا عربيا لعلكم تعقلون).

أعطى القرآن الكريم بعض الألفاظ العربية القديمة معاني جديدة، وجاء بأساليب جديدة، لم تعرفها العربية من قبل. وكان القرآن سببًا في نشأة علوم اللغة العربية؛ كالنحو والصرف، والبلاغة، والعلوم الإسلامية، كعلم التفسير والحديث والفقه وغيرها Read the rest of this entry »


Hajjaj dan Seorang Arab Badui

November 26, 2011

Pada suatu hari Hajjaj bin Yusuf pergi hendak menunaikan ibadah Haji, lalu ia melewati jalan antara Mekkah dan Madinah. Di tempat itu ia membuka perbekalannya dan berkata kepada pelayannya, “Lihatlah, mungkin ada orang yang bisa diajak makan bersamaku. ”

Pelayan itu segera keluar, dan tiba-tiba ia melihat seorang Arab Badui yang sedang tertidur, maka ia membangunkannya dengan kakinya, dan berkata, “Amir memanggilmu, maka sambutlah panggilannya.”

Orang Arab Badui itu lalu berdiri, dan ketika telah sampai di hadapan Hajjaj, Hajjaj berkata, “Cucilah kedua tanganmu lalu makanlah bersamaku.” Read the rest of this entry »


Kisah Seorang Pemuda dan Istrinya, Su’ad [1]

October 16, 2011

Berikut adalah kisah yang dimuat dalam kitab Ringkasan Bidayah wa  Nihayah Ibnu Katsir[2]. Terjadi pada tahun 58H atau sekitar 591M.[3]

Ketika Mu’awiyah (bin Abi Sufyan-red) sedang berada di Simath, tiba-tiba seorang pemuda dari bani Adzrah muncul di hadapannya. Ia mendendangkan sebuah syair yang berisi ungkapan rasa rindunya kepada istrinya, Su’ad.

Mu’awiyah lalu memintanya mendekat kepadanya dan memintanya agar menceritakan apa yang dia alami.
Ia berkata, “Wahai Amirul Mukminin, aku telah menikah dengan anak perempuan Pamanku. Aku memiliki seekor unta jantan dan kambing yang aku infakkan kepadanya. Ketika hartaku tinggal sedikit, ternyata ayahnya tidak suka lagi kepadaku dan mengadukan diriku kepada petugas di bawah perintahmu yang berkedudukan di Kufah, Ibnu Ummi Al Hakam. Sampailah kepadanya berita tentang kecantikannya, Read the rest of this entry »


Para Shahabat Radliyallaahu ‘Anhum Ahlul Badr (bag. 2)

February 13, 2011

Setelah kita tahu nama2 para sahabat ahlul badr dari kalangan Muhajirin yang berjumlah sekitar 83 orang, pada bagian ini kita akan menyebutkan nama-nama para shahabat dari kaum Anshar yang ikut serta dalam perang Badr.

B. Kaum Anshar dari Kabilah Khazraj

B1. Bani Abdul Asyhal bin Jusyam
1. Sa’ad bin Muadz bin An-Nu man bin Umru ul Qais bin Zaid bin Abdul Asyhal.
2. Amr bin Muadz bin An-Nu’man bin Umru ul Qais bin Zaid bin Abdul Asyhal,
3. Al-Harits bin Aus bin Muadz bin An-Nu’man.
4. Al-Harits bin Anas bin Raft’ bin Umru ul Qais. Read the rest of this entry »


Al-Muhtadi Billah

February 13, 2011

Al-Muhtadi Billah adalah seorang khalifah yang shaleh. Dia bernama Muhammad dan dipanggil Abu Ishaq. Ada pula yang menyebutnya Abu Abdullah bin al-Watsiq bin al-Mu’tashim bin ar-Rasyid. Ibunya adalah seorang mantan budak yang bernama Wardah.

Dia dilahirkan pada pemerintahan kakeknya (al-Mu’tashim) pada tahun 210 lebih. Dia dilantik sebagai khalifah pada akhir bulan Rajab tahun 255 H. Beliau adalah khalifah ke-14 dari bani Abbasiyah, berdasarkan kitab Tarikh Khulafa Imam As Suyuthi.

Awalnya tidak ada yang menerima pembaiatannya sehingga akhirnya al-Mu’taz didatangkan dan dia dengan sukarela menyatakan penyerahan kekhilafahan kepadanya. Pada saat penyerahan kekuasaan ini, al-Muhtadi duduk di antara al-Mu’taz.

Kemudian didatangkanlah para saksi yang memberatkan al-Mu’taz dan bahwa dia adalah seorang khalifah yang tidak mampu untuk mengendalikan roda khilafah. Al-Mu’taz mengakui apa yang dikatakan oleh para saksi itu dan dia mengulurkan tangannya menyatakan pembaiatannya kepada al-Muhtadi. Akhirnya al-Muhtadi menguasai pertemuan itu dan dia resmi menjadi khalifah. Read the rest of this entry »


Kisah Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu & Yahudi Terlaknat

September 2, 2010

(sumber: Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 hal. 522 – 524 . Terjemahan, terbitan Darul Falah)

Ibnu lshaq berkata, “Pada suatu hari, Abu Bakar memasuki Baitul Midras dan melihat banyak sekali orang-orang Yahudi di sana sedang berkumpul di salah seorang dari mereka yang bernama Finhas; ulama dan rahib mereka.Finhas ketika itu ditemani rahib Yahudi yang lain yang bernama Asya’.

Abu Bakar berkata kepada Finhas, ‘Celaka engkau wahai Finhas, bertakwalah engkau kepada Allah dan masuk Islamlah! Demi Allah, engkau telah mengetahui bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Beliau datang kepada kalian dengan membawa kebenaran dari sisi Allah, dan kalian mendapati nama beliau tertulis di Taurat dan Injil’.

Finhas berkata kepada Abu Bakar, Read the rest of this entry »