Ketika Pujian Datang Menghampiri

March 28, 2013

Setiap manusia, fitrahnya adalah senang jika dipuji. Namun sering kali pujian itu malah melenakan kita, sehingga terjatuh pada hal-hal yang dibenci Allah Subhanahu Wa Ta’ala, terutama hal-hal yang berkenaan dengan hati. Untuk itu, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai utusan Allah mengarahkan kita sebagai orang yang beriman untuk mengucapkan doa berikut ketika dipuji seseorang. Read the rest of this entry »

Advertisements

Download Kajian Syaikh Ali bin Yahya Al Hadadi (02/08/2009) – Masjid Al I’tishom, Jakarta

August 3, 2009

Alhamdulillah, Kajian Syaikh Ali bin Yahya Al Hadadi (penerjemah: Ustadz Ali Basuki) di Masjid Al I’tishom– Jl. Jend. Sudirman, Jakarta pada hari Ahad, 2 Agustus 2009 (11 Sya’ban 1430 H) berjalan dengan lancar. Walaupun terjadi keterlambatan jam acara yang seharusnya pukul 09.00 mundur menjadi pukul 10.25 (kurang lebih). Keterlamabatan tersebut tidak menyurutkan para thoabul ‘Ilmi tuk mendengarkan kajian dan nasehat Ulama Ahlus Sunnah dari negeri Saudi Arabia tersebut. Read the rest of this entry »


Sikap & Kewajiban Ummat Islam atas Tragedi Palestina

February 4, 2009

(sumber: http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1386)
Penulis: Syaikh Muhammad bin ‘Umar Bazmul hafizhahullah

Berikut penjelasan yang disampaikan oleh Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin ‘Umar Bazmul hafizhahullah ketika beliau menjawab pertanyaan tentang apa sikap dan kewajiban kita terkait dengan peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita di Ghaza – Palestina. Penjelasan ini beliau sampaikan pada hari Senin 9 Muharram 1430 H dalam salah satu pelajaran yang beliau sampaikan, yaitu pelajaran syarh kitab Fadhlul Islam. Semoga bermanfaat. ***********

Kewajiban terkait dengan peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita kaum muslimin di Jalur Ghaza Palestina baru-baru ini adalah sebagai berikut :

Pertama :
Merasakan besarnya nilai kehormatan darah (jiwa) seorang muslim. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ibnu Majah (no. 3932) dari shahabat ‘Abdullah bin ‘Umar berkata : Saya melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sedang berthawaf di Ka’bah seraya beliau berkata (kepada Ka’bah) :

مَا أَطْيَبَكِ وَأَطْيَبَ رِيحَكِ مَا أَعْظَمَكِ وَأَعْظَمَ حُرْمَتَكِ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَحُرْمَةُ الْمُؤْمِنِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ حُرْمَةً مِنْكِ مَالِهِ وَدَمِهِ

“Betapa bagusnya engkau (wahai Ka’bah), betapa wangi aromamu, betapa besar nilaimu dan besar kehormatanmu. Namun, demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh kehormatan seorang mukmin jauh lebih besar di sisi Allah dibanding engkau, baik kehormatan harta maupun darah (jiwa)nya.” [1])

Dalam riwayat At-Tirmidzi (no. 2032) dengan lafazh : Read the rest of this entry »