NASEHAT AL-ALLAMAH RABI’ AL-MADKHALI KEPADA ANAK-ANAK BELIAU SALAFIYYIN DI INDONESIA

NASEHAT AL-ALLAMAH RABI’ AL-MADKHALI KEPADA ANAK-ANAK BELIAU SALAFIYYIN DI INDONESIA
(sumber: http://darussalaf. org/stories. php?id=1249)
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه:

Amma ba’du:

Sesungguhnya aku menasehati diriku dan saudara-saudaraku Salafiyyin dimana saja, dan kepada seluruh kaum muslimin untuk bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan ikhlas dalam ucapan dan amalan,dalam perkara al-wala’ wal bara’,dan pada setiap perkara agama dan dunia.
Aku menasehati mereka agar berpegang teguh dengan tali Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam aqidah mereka, manhaj, akhlaq, dan seluruh urusan dalam kehidupan.
Yang ketiga: aku memberi wasiat kepada mereka untuk membangun persaudaraan karena Allah diantara mereka, saling mengasihi dan menyayangi sehingga mereka seperti satu tubuh ,sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah Shallallahu “Alaihi Wasallam :

( مثل المؤمنين في تراحمهم وتوادهم كالجسد الواحد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى )
“permisalan kaum mukminin dalam berkasih sayang dan saling mencintai bagaikan satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh sakit , maka seluruh tubuh merasa demam dan tidak bisa tidur”.

Ini merupakan perkara yang dituntut semaksimal mungkin, terkhusus pada hari-hari yang penuh dengan fitnah dan cobaan, merupakan keharusan untuk saling bersaudara dan mempererat persaudaraan tersebut dan menggunakan akal dalam setiap perkara, dan menjauhkan diri dari menggunakan perasaan secara membabi buta dan sikap fanatisme, hendaknya mereka menjadi orang yang berakal, cerdik dan pandai, dan jangan sampai setan menggiring mereka:

وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُواْ الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلإِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِينًا
“Dan Katakanlah kepada hamba-hamba- Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ
“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.”

Ini nasehatku untuk diriku dan saudara-saudaraku, aku wasiatkan mereka untuk menjauhi sebab-sebab perpecahan, semua perkara yang mengantarkan kepada perpecahan, saling menjauhi, saling memalingkan diri dan memutuskan persaudaraan, maka wajib menjauhkan diri darinya.

Kita mengaku bahwa kita adalah salafi dan kita beramal dengan Al-Kitab dan As-Sunnah ,dan kita mengaku menyeru untuk menyatukan kalimat kaum muslimin diatas Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu “Alaihi Wasallam, ternyata kebanyakan dari kita –dan sangat disayangkan sekali- berjalan kesana kemari , dalam keadaan dia tidak peduli dengan perpecahan yang terjadi dan munculnya berbagai problem, saling hasad dan saling membenci, kita memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar diselamatkan darinya.

Aku menasehati saudara-saudaraku di Indonesia, dan aku menasehati saudaraku di Yaman, dan aku menasehati saudara-saudaraku salafiyyin di setiap tempat, agar hendaknya mereka bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam dakwah ini, dan mempererat persaudaraan diantara mereka, hendaknya mereka saling bersaudara, saling menasehati dengan cara hikmah dan nasehat yang baik dan menjauhi kedengkian, kebencian, popularitas dan yang semisalnya.

Aku menasehati setiap setiap pihak dimana saja terhadap perkara-perkara ini yang telah diwajibkan atas kita, bukan hanya merupakan perkara anjuran, namun Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang mewajibkannya dalam rangka untuk memelihara agama ini, memelihara aqidah, memelihara persatuan yang baik ini dari perselisihan dan perpecahan.
Kalian mengetahui bahwa musuh-musuh (dakwah salafiyyah,pen) seluruhnya mengarahkan anak panahnya kepada dakwah salafiyyah. Wajib atas kita sekalian untuk saling mengasihi, menyayangi, saling bahu-membahu , dan berdiri diatas satu barisan untuk mengangkat bendera islam, bendera tauhid dan bendera sunnah.

Kita membelanya dengan dalil, petunjuk, hujjah dan penjelasan. Jika kita saling bersaudara dan mempererat tali persaudaraan, maka manusia akan bersatu terhadap apa yang kita ucapkan, dan mereka akan menerima dakwah kita.
Namun jika mereka melihat bahwa kita adalah orang yang paling suka berpecah, mereka akan lari dari kita, mereka akan mengatakan: jika sekiranya mereka berada diatas kebenaran, tentu perpecahan ini tidak akan terjadi diantara mereka, dan tidak akan terjadi perselisihan ini diantara mereka:

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“wahai Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami wahai Rabb kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Ini adalah fitnah –semoga Allah memberkati kalian- ,Ibrahim alaihis salam dan yang bersamanya berlindung diri darinya, mereka berlindung diri dari menjadi fitnah bagi orang-orang kafir, maka janganlah kalian –wahai salafiyyin dimana saja- menjadi fitnah bagi orang-orang kafir, bagi ahli bid’ah dan hawa nafsu.
Sebab perpecahan kalian demi Allah adalah merupakan fitnah, demi Allah musuh-musuh akan bergembira, dan akan membuat mereka lancang terhadap dakwah ini, dan akan mencercanya dan mencerca salafus saleh. Kami memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar menyatukan hati-hati kita, dan memberikan kepada kita semua telinga yang mendengar, hati yang berakal, yang senantiasa tunduk kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, menjauhi sebab-sebab perpecahan dan perselisihan.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

(transkrip dari kaset nasehat syekh Rabi’ melalui telepon untuk salafiyyin di Indonesia dan yang lainnya, diterjemahkan oleh: Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi).

2 Responses to NASEHAT AL-ALLAMAH RABI’ AL-MADKHALI KEPADA ANAK-ANAK BELIAU SALAFIYYIN DI INDONESIA

  1. ibrahim binshahbal says:

    nice article.

  2. supriman says:

    Thanks… Barakallahu fiikum…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: